POTENSI WILAYAH (LOCAL GENIUS)

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Potensi wilayah (local genius) di Indonesia sangat beragam dan dimiliki berbagai macam masyarakat yang ada di berbagai kawasan. Potensi wilayah (local genius) juga dapat dijadikan tolok ukur sebuah peradaban di masyarakat. Dengan mempelajari materi ini, peserta pelatihan diharapkan dapat lebih mengenal dan memahami potensi wilayah (local genius) Banyumas Raya yang selanjutnya dapat dipergunakan oleh mereka sebagai dasar dalam menggali persoalan-persoalan yang ada di Banyumas Raya sebagai ide gagasan cerita film.

PENGANTAR DOKUMENTER

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Film dokumenter adalah salah satu cara berkomunikasi antara pembuat film dengan penontonnya. Hal penting yang perlu dipahami juga adalah bahwa film dokumenter haruslah berdasarkan kenyataan dan kebenaran. Bila ia dapat menampilkan kenyataan yang bisa dipastikan kebenarannya, maka dari kebenaran yang ada selanjutnya penonton dapat mengevaluasi dirinya. Melalui menonton banyak film dokumenter ketika belajar materi Pengantar Dokumenter, peserta pelatihan diharapkan akan semakin memahami sekaligus memiliki referensi film dokumenter sebagai dasar dan acuan proses kreatif produksi film dokumenter.

PENGEMBANGAN IDE CERITA FILM DOKUMENTER PENDEK

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Potensi wilayah (local genius) di Indonesia sangat beragam dan dimiliki oleh berbagai macam masyarakat yang ada di berbagai kawasan. Potensi wilayah (local genius) juga dapat dijadikan tolok ukur sebuah peradaban di masyarakat. Dengan mempelajari materi ini, peserta pelatihan diharapkan dapat lebih mengenal dan memahami potensi wilayah (local genius) Banyumas Raya yang selanjutnya dapat dipergunakan oleh mereka sebagai dasar dalam menggali persoalan-persoalan yang ada di masyarakat Banyumas Raya sebagai ide gagasan cerita film.

RISET (PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA)

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Riset dalam produksi film dokumenter diperlukan untuk memahami masalah-masalah yang terkait perencanaan, guna menunjang keberhasilan produksi sebuah film dokumenter. Akan sangat membantu apabila peserta pelatihan mengetahui terlebih dahulu gambaran keseluruhan proses produksi film dokumenter. Potensi ide film, sebenarnya ada di mana-mana.

Dengan memahami dan menguasai materi riset, peserta pelatihan akan mendapat manfaat dan tumbuh kesadarannya terhadap berbagai kemungkinan yang akan berkembang dari ide mereka. Hal tersebut mengasah kemampuan peserta untuk menemukan ide-ide inti daripada hanya sekedar menguasai teknologinya saja. Dengan melakukan observasi dan menggali informasi dari berbagai sumber secara bertahap dan sistematis, membuat peserta pelatihan memahami tahapan kerja pelaksanaan riset, serta dapat mengumpulkan data untuk kebutuhan cerita, teknik audio-visual, dan manajemen film dokumenter.

NASKAH FILM (MERANCANG DAN MENYUSUN NASKAH FILM DOKUMENTER PENDEK)

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Film dokumenter tidak hanya sekadar merekam peristiwa nyata, oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana sebuah kisah yang benar-benar terjadi dapat dikemas secara menarik sehingga dapat memukau penonton. Dalam tahapan perencanaan produksi film dokumenter, penulisan naskah film dokumenter dapat dilakukan setelah tahap awal riset selesai dilaksanakan. Naskah yang telah selesai 
ditulis pada tahap selanjutnya akan menjadi alat bantu bagi berbagai pihak, serta menjadi referensi dan panduan bagi semua pihak yang terkait dalam produksi film. Naskah mengomunikasikan isi film kepada semua tim kreatif, agar tim memahami bagaimana dan ke mana arah serta tujuan film.

Pendeknya, baik atau buruknya sebuah produksi film dokumenter bersandar pada kualitas naskah dan bukan hanya semata-mata bergantung pada kemampuan merekam kejadian secara spontan. Karena melalui naskah, dapat diperlihatkan bagaimana realita atau kejadian apa adanya itu dapat diketengahkan secara menarik dan dramatik.

Dengan memahami dan menguasai materi Naskah Film (Merancang Dan Menyusun Naskah Film Dokumenter Pendek), peserta pelatihan diharapkan dapat merancang dan menyusun naskah film dokumenter pendek berdasarkan hasil riset yang telah selesai dilakukan.

TATA KELOLA DAN PRODUKSI FILM DOKUMENTER PENDEK

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Tata kelola produksi film dokumenter pendek adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengorganisir dan mengelola seluruh proses produksi film secara efisien dan efektif. Hal ini meliputi perencanaan yang matang, termasuk penyusunan rancangan anggaran untuk mengelola biaya produksi, menentukan jadwal produksi yang realistis, dan menyusun tim produksi yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan. Tata kelola produksi dilakukan dengan tujuan agar tim produksi dapat memastikan bahwa proses produksi berjalan lancar dan efisien, sesuai dengan perencanaan (jadwal dan anggaran) sehingga menghasilkan film dengan kualitas yang diinginkan.

EDITING

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Editing adalah tahap penting dalam proses produksi film. Seorang editor memiliki peran kunci dalam merangkai klipklip yang diambil selama pengambilan gambar menjadi sebuah narasi yang kuat dan mengesankan. Editor harus memiliki pemahaman mendalam tentang alur cerita, komposisi visual, ritme, dan audiovisual storytelling.

Melalui materi ini, peserta pelatihan akan mempelajari berbagai aspek editing, termasuk penggunaan perangkat lunak editing yang umum digunakan, pengaturan alur cerita, teknik pemotongan klip, penyesuaian warna, efek khusus, dan manajemen audio. Peserta pelatihan juga akan memahami bagaimana setiap keputusan editing mempengaruhi narasi film, serta bagaimana menciptakan suasana yang sesuai dengan tujuan artistik yang diinginkan.

REFLEKSI

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Dalam materi ini, peserta pelatihan akan memahami konsep refleksi dalam konteks produksi dan konsumsi film. hal ini mencakup analisis narasi, karakter, pengaruh media, serta peran film dalam membentuk pandangan kita tentang berbagai isu. Selain itu, kita juga akan menjelajahi kreativitas, tantangan, dan perspektif yang ditemui oleh para pembuat film selama proses produksi. 

Pemahaman yang mendalam tentang dunia film tidak hanya memperkaya pengalaman peserta pelatihan sebagai penonton, tetapi juga mempersiapkan peserta pelatihan untuk berpartisipasi dalam industri perfilman dengan pemahaman yang lebih baik. Ini adalah peluang untuk merenung, mengkritisi, dan menghargai seni perfilman, serta memahami dampak yang dapat dihasilkannya dalam masyarakat. Dalam proses refleksi, peserta pelatihan akan belajar cara mengidentifikasi pesan-pesan tersembunyi dalam film, mengeksplorasi tema-tema penting, dan memahami kerangka kerja kreatif yang digunakan oleh sutradara, penulis naskah, dan kru film. Refleksi bukan hanya tentang melihat, tetapi juga tentang memahami.

PENGARSIPAN

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Film adalah warisan budaya yang berharga, merekam sejarah, cerita, dan keindahan dunia. Pengarsipan film adalah upaya untuk memastikan film-film ini tetap ada dan dapat diakses oleh generasi berikutnya. Hal ini tidak hanya relevan untuk produksi film besar, tetapi juga untuk karya film independen, dokumenter, dan konten digital. Melalui materi ini, peserta pelatihan akan memahami konsep pengarsipan, teknik penyimpanan yang aman, katalogisasi, dan pemeliharaan film.

Peserta pelatihan juga akan membahas pentingnya metode restorasi film untuk memulihkan film yang sudah rusak atau tua. Peserta pelatihan akan belajar bagaimana menerapkan praktik pengarsipan dalam proyek-proyek mereka sendiri, termasuk cara membuat salinan cadangan (back-up) yang aman, mengatur metadata, dan melindungi film dari kerusakan fisik dan digital. Pengarsipan film adalah langkah kunci dalam menjaga kontinuitas warisan budaya dan industri perfilman.

Dalam dunia digital yang terus berkembang, pengarsipan juga melibatkan pemahaman tentang cara mengelola dan melestarikan film digital. Hal ini termasuk pemahaman tentang format file, penyimpanan data digital yang aman, dan teknologi arsip digital.

DISTRIBUSI FILM

Kategori kursusPRODUKSI FILM DOKUMENTER

Distribusi adalah proses menyebarluaskan hasil film fiksi pendek yang telah diproduksi ke berbagai festival dan pemutaran film. Tujuan distribusi film adalah agar selanjutnya film dapat diapresiasi sebanyak mungkin penonton dan menghasilkan prestasi.

LOCAL GENIUS

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Dengan pendekatan potensi wilayah (local genius) diharapkan peserta pelatihan mampu menggali ide film yang memiliki nilai budaya dan edukasi serta mampu mengembangkan imajinasi.

PENGANTAR FILM FIKSI PENDEK

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Film merupakan cerita yang dituturkan kepada penonton melalui rangkaian gambar bergerak. Untuk memahami dan mengembangkan imajinasi dalam membuat film fiksi pendek, dapat dilakukan dengan banyak menonton film fiksi dan membaca cerita fiksi.

IDE CERITA FILM

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Ide cerita film merupakan sebuah rancangan kejadian/masalah serta penyelesaiannya dalam membuat cerita film. Ide cerita sebagai landasan/gagasan dasar dalam menulis sebuah cerita film. Ide cerita dapat diperoleh dengan menggali potensi wilayah (local genius) Banyumas Raya, sehingga dapat menjadi pemantik dalam menentukan dan mengembangkan ide cerita fiksi.

RISET TEMA DAN IDE CERITA

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Riset merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menterjemahkan informasi atau data (melalui observasi, studi pustaka dan wawancara) dari berbagai sumber secara sistematis sehingga dapat menambah pemahaman terhadap suatu tema dan ide cerita film. Tahapan riset dilakukan setelah tema dan ide cerita ditentukan. Tujuan riset adalah agar peserta pelatihan mampu mengembangkan tema dan ide cerita sesuai dengan imajinasi pembuat film fiksi pendek.

SKENARIO

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Skenario merupakan kisah yang dituturkan melalui rangkaian deskripsi visual dan dialog serta ditempatkan dalam konteks struktur dramatis. Ide cerita yang telah ditetapkan sebagai dasar dalam mengembangkan cerita menjadi skenario yang utuh melalui tahapan pembuatan premise, sinopsis, tokoh dalam cerita, alur cerita, outline, treatment dan skenario film pendek secara utuh.

BEDAH/BREAKDOWN SKENARIO (PENYUTRADARAAN)

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Bedah/breakdown skenario merupakan salah satu tahapan dalam praproduksi sebuah film pendek fiksi dan merupakan strategi tim produksi sebuah film pendek fiksi dalam menjabarkan kebutuhan dari skenario film yang ada ke dalam daftar kebutuhan dari masing-masing departemen tim produksi. Tujuannya untuk mempermudah tim produksi dalam mempersiapkan segala kebutuhan sebelum syuting.

MANAJEMEN PRODUKSI

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Manajemen produksi dalam produksi film fiksi pendek adalah proses pengorganisasian dan pengelolaan produksi film fiksi dengan tujuan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar proses berjalan dengan baik dan lancar. Tujuannya memastikan bahwa film fiksi pendek diproduksi dengan efisien, sesuai dengan skenario serta mencapai standar kualitas dan tujuan komunikatif yang diinginkan.

TATA KAMERA

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Tata kamera dalam membuat film mengacu pada tata cara atau aturan dalam menggunakan kamera selama proses produksi film pendek, yang mencakup jenis-jenis kamera, akseseoris kamera, penempatan kamera, pemilihan lensa, pengaturan cahaya hingga teknik pengambilan gambar. Tata kamera juga mencakup framing, komposisi dan gerakan kamera.

TATA CAHAYA

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Dalam mengembangkan kemampuan peserta pelatihan, untuk meningkatkan kualitas hasil gambar video yang tajam gambarnya juga membangun karakter dan mood dalam setiap adegan, teknik pencahayaan sangatlah penting untuk mendukung produksi film fiksi pendek. Sehingga peserta pelatihan harus menguasai jenis lampu yang digunakan, fungsi lampu, penyangga lampu, dan dapat menempatkan kebutuhan tata cahaya sesuai storyboard.

TATA SUARA

Kategori kursusPRODUKSI FILM FIKSI

Dalam mengembangkan kemampuan peserta pelatihan, untuk meningkatkan kualitas hasil suara, efek suara dalam memproduksi film fiksi, maka peserta pelatihan mampu memahami peralatan tata suara yang digunakan dan mengoperasionalkan alat perekam suara.